Sunday, 10 July 2011

DCC bersama Anak Yatim Darul Falah


Assalamualaikum ~ better late then neVer...pada bulan lepas,
atau bulan yang lepas lepas (huhu...sorry lambat upload pic lagie...AmPun!!)
Presiden ,naib Presiden dan Bendahari DCC telah  menziarahi
anak-anak yatim Darul Falah bagi menyampaikan "indoor games"
serta "Water heater dan Water Cooler" untuk kegunaan anak-anak 
yang disayangi ini-

Sama-sama kita menyumbang untuk kebajikan anak-anak yatim.  

sumbangan datang daripada pihak yang bermurah hati  

Mengembirakan orang miskin dan anak yatim adalah semulia mulia amal

Sebarkanlah niat murni kepada sesama insan

Semuga pertolongan kita yang sedikit ini dapat mengembirakan mereka.

Water heater@ Water Cooler persediaan bagi bulan Ramadan yang bakal mengunjungi kita

"Sesiapa menyanyangi anak yatim, di syurga nanti ........

....dekat dengan Nabi Muhammad S.A.W

ibarat 2 jari ..iaitu jari telunjuk dan jari tengah ,tiada jarak "



Seronoknya mereka

Terima kasih kepada yang memberi sumbangan

Semuga ALLAH memberkati segala amal kebajikan yang kita laksanakan

Gembira bermain skateboard

Iron Board...boleh gosok baju sekolah...yahoo !

JOmm main Bola..

Wahh,,seronoknya..banyak permainan

Bro One dan Bro Shawal

iron man

try bola ping pong

Yess..bro S.M..............berpuas hati.        
DENGARLAH DENGAR WAHAI AYAHKU
by : Pesona Cahaya Hati

rintihan anak yatim piatu,
hidup tiada tempat mengadu,
sering bersedih sepanjang waktu.

wahai ayahku semua muslim,
dengarlah rintih  si anak yatim,
hidup sendiri sepanjang musim,
hanyalah Allah yang Maha Rahim.

Inilah ratap bercampur tangis,
perih hatiku bagai teriris,
sedih dan papa telah terlukis,
sepanjang masa tak pernah habis.

Wahai ayahku mukmin semua,
mengapa ayah begitu tega,
lihat ananda bermuram durja,
menangis pilu diujung senja.

II
Ibuku mati ayahku hilang,
berkali sudah masa terbilang,
pilu hatiku bukan kepalang,
rindunya daku kasih dan sayang.

Puncaknya pedih di hari raya,
melihat anak gembira ria,
pergi ke mesjid bersama ayah,
berbaju baru bagus meriah.

Sedangkan aku duduk tergugu,
memakai baju koyak lamaku,
robek kujahit dengan tanganku,
itulah wujud hari rayaku..

III
anak yang lain kian kemari,
berjajan kue yang digemari,
kuteguk air liur sendiri,
tak ada tangan datang memberi.

Tawa dan canda dimana-mana,
kembang apipun terang merona,
melihat semua daku terpana,
sambil berdiri diujung sana.

Kadang tangisku sampai mengigil,
berharap Dia segera mengambil.
imanmu masih lemah dan labil,
menuduh Dia sudah tak adil.

IV
Kutahu ayah pernah berhikmah,
pelihara ananda tugas utama,
akan diberkati empat puluh rumah,
atas ketaatan pada agama.

Allahu robbi telah berfirman,
pendusta agama tidak beriman,
bila si yatim jadi tak aman,
neraka wail tempat ditahan.

Hamba bermohon kepada ayah,
anak yatim jangan disia,
di sorga dibalas satu rumah,
diberkati Allah sepanjang usia.

IV
Kadang liurku jatuh terlompat,
terbayang enaknya rasa ketupat,
dimakan dengan opor sekerat,
tapi semua hanya ibarat.

Kadangpun ada orang kasihan,
dibagi aku saat lebaran,
cukuplah agar tak penasaran,
sebagai obat untuk hiburan.

Kadang ayah tak kusalahkan,
harapan kami tak tersampaikan,
karena yatim berperasaan,
kalau ditolak jadi rintihan.

(by Macsada).

No comments: